RIndu

                         

Mentari mulai menghilang dari peradaban nya
Mega merah bersiap menyambut malam
Tak ingin ketinggalan
Sorotan sinar rembulan mulai menyapa
Kerlap kerlip bintang pun tak enggan menemani

Dimalam yang larut
Di keheningan malam berteman kan hembusan angin
Aku terdiam
Aku tersentak
Tanpa sadar butiran air yg ntah datang dari mana
Mulai berjatuhan
Mulai menetes 
Jatuh Membasahi kertas putih yang ntah bercoretkan apa

Entah mengapa butiran itu jatuh
Aku mencoba untuk tau
Terus mencoba untuk tau
Dan semakin aku coba tuk tau
Dan semakin aku berfikir tuk tau
Butiran itu terus dan semakin mengalir
Kunang kunang pun menjadi saksi malam itu
Puisi by :fitri ramayeni

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Karena dia